stalking and comments

Gambar


Judul : Stalking and Comments
Nama Penulis / Pena : Tiffany Vanessia / Catatannessa
Instagram : @vani_vanessia
E-mail : tiffanyvanessia@0gmail.com

Stalking is a stalker. Penguntit yang mengawasi aktivitas orang lain yang bisa dilihat melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, blog, dan lainnya. Pelaku stalking juga bisa nekat dengan melakukan stalking kepada keluarga korban, teman-teman korban, dan lainnya. Perilaku stalker sangat mengganggu para korbannya, apalagi jika sudah tergolong ekstrem yang sangat merugikan dan membahayakan.

Stalking dan stalker itu ada perbedaannya, yaitu:

Stalking adalah kegiatan memantau pergerakan korban, seperti melacak lokasi atau berkeliaran di suatu tempat. Sedangkan stalker sendiri yaitu pelakunya yang sudah mencoba berkomunikasi dengan korban melalui DM Instagram, mencari nomor telepon, berkomentar, dan lainnya.

Why do people stalk? Pelaku stalking ingin membuat targetnya melihat dan memvalidasi dirinya. Kegiatan stalker yang sudah mengarah ke obsesi bisa melakukan observasi dan berkontak dengan korban dengan tujuan memenuhi kebutuhannya. Mereka tertarik terhadap informasi personal dari korbannya yang bersifat privasi.

Bad effects sering stalking

  1. Menemukan sesuatu yang mengganggu seperti percakapan sensitif, caption pada postingan, atau komentar dari seseorang yang dapat membekas dalam benak. Lalu hasilnya pelaku stalking akan menimbulkan pertanyaan tentang alasan unggahan tersebut, muncul asumsi negatif dari apa yang dilihat, dan mengambil kesimpulan sendiri.

  2. Pelaku stalking akan mencari tahu siapa yang di-tag. Akhirnya masuk ke profil sampai ingin mencoba berkomunikasi juga.

  3. Membandingkan dengan diri sendiri. Pelaku stalking bisa merasa insecure dan bisa juga menjatuhkan orang lain, tergantung dari bagaimana pelaku stalking berpendapat setelah melihat.

Type of stalking

  1. Stalker di sekolah, biasanya dilakukan secara langsung untuk mengetahui informasi dari orang yang di-stalker.

  2. Stalker di media sosial, tentunya informasi yang didapat berdasarkan data instastory, pertemanan, postingan, blog, dan lainnya.

  3. Psycho stalker, tergolong mengganggu karena sudah berani sampai menguntit dan melanggar privasi secara ekstrem.

  4. Predator stalker adalah perilaku yang mengancam ketenangan orang lain demi mendapatkan perhatian. Mereka bisa dengan nekat membuat banyak akun media sosial. Lebih ekstremnya, akun yang dibuat memakai data pribadi kita, mulai dari nama, profil, nomor telepon, tetapi isi postingannya justru berlawanan dan mencemarkan nama baik korban.

Cara mengurangi stalking (Reduce with?)

  1. Membatasi penggunaan media sosial

  2. Mendengar lagu yang memberi cerita dan semangat

  3. Mencari pengalaman baru yang positif

  4. Menekuni hobi di waktu luang

  5. Komitmen untuk berhenti stalking

Pelaku stalker bisa berkomentar negatif di media sosial orang lain yang merupakan bentuk ujaran kebencian.

Lalu, bagaimana respond to negative comments?

  1. Tetap bersikap positif walaupun mendapatkan komentar negatif. Keep calm to look classy!

  2. Bersikap sopan meskipun pelaku stalker berkomentar yang mencemarkan nama baik korban.

  3. Minimalisir negative comments, dengan memfilter komentar yang diterima.

Terima kasih stalker, kehadiranmu menambah jumlah penonton saya. Kata-kata untukmu:

Me and the stalker walk together. I'm busy looking for and learning positive things that I don't know, while you are busy watching and looking for my information that is important to you.

Komentar

Postingan populer