Saya Lebih Bahagia






Judul : Saya Lebih Bahagia
Nama Penulis / Pena : Tiffany Vanessia / Catatannessa
Instagram : @vani_vanessia
E-mail : tiffanyvanessia@0gmail.com

Memiliki keluarga yang harmonis adalah impian terindah semua orang. Siapa coba yang tidak mau punya keluarga yang tenang tanpa dilanda masalah? Pasti semua orang mau, kan. Keluarga bagaikan rumah tempat kita berteduh dan tempat kita berbagi cerita, suka maupun duka. Keluarga yang sempurna terdiri dari seorang ayah, ibu, dan anak yang terikat oleh sebuah ikatan batin.

Tapi, sebagian orang tidak bisa merasakan semua itu lagi. Alasannya karena sebuah pertengkaran. Kebanyakan karena pertengkaran kedua orang tua yang menjadikan seorang anak sebagai korbannya. Anak yang tidak seharusnya mendengarkan kalian bertengkar, anak yang kini merasa dirinya sendirian, menangis, dan merasa putus asa.

Istilah broken home sudah tidak asing lagi di telinga kita semua. Broken home adalah julukan untuk keluarga yang retak atau tidak harmonis. Tapi, menjadi anak broken home bukanlah sebuah penyesalan. Kenapa broken home bukan penyesalan? Bukannya broken home itu kesepian, sedih, dan menderita? Etsss... buang jauh-jauh pemikiran kalian yang seperti itu. Karena di sini aku mau kasih tahu ke kalian, terutama anak broken home.

“BROKEN HOME TIDAK UNTUK DISESALI”

1. Sifat Kedewasaan

Semua orang pasti mempunyai berbagai masalah yang berbeda-beda. Banyak anak di luar sana yang sulit menyelesaikan masalah mereka sendiri, padahal usia mereka sudah dewasa. Tapi, tidak untuk anak broken home. Anak broken home memiliki sifat kedewasaan yang tinggi karena mereka sering merasa sendiri. Hal itulah yang membuat mereka bersikap dewasa dan lebih bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dengan menentukan keputusan yang bijaksana.

2. Sikap Kuat

Menjadi anak broken home memang tidak mudah. Mereka harus menahan bully atau ejekan dari teman-teman di lingkungannya karena julukan broken home. Tetapi, semua itu tidak terlalu berpengaruh terhadap anak broken home. Mereka sudah terbiasa menghadapi situasi seperti itu. Maka dari itu, anak broken home tidak akan mudah goyah dan mereka selalu bisa kuat menghadapi masalah.

3. Kemandirian Tinggi

Bagi anak broken home, menjadi mandiri bukanlah hal yang sulit. Mereka sudah terbiasa mengurus dirinya sendiri tanpa merepotkan orang lain. Karena ketika orang tua mereka bertengkar, mereka sering kali terlupakan oleh ego kedua orang tuanya.

4. Bertanggung Jawab

Rasa tanggung jawab yang tinggi dimiliki oleh anak broken home. Walaupun mereka tahu keadaan keluarganya tidak harmonis, tetapi bukan berarti mereka tidak bisa menjaga diri mereka sendiri. Mereka lebih tahu mana yang positif dan mana yang negatif. Tanggung jawab mereka juga bisa ditunjukkan melalui prestasi-prestasi yang dimilikinya. Prestasi itulah yang akan mereka tunjukkan kepada kedua orang tuanya. Mereka akan belajar dengan giat agar bisa membuktikan sesuatu kepada orang tua mereka.


Setiap anak memiliki sifat yang berbeda-beda. Sifat tersebut bisa saja warisan dari kedua orang tua mereka, dan bisa juga karena lingkungan sekitar. Tetapi, setiap tindakan yang mereka lakukan pasti ada alasannya. Bagi anak broken home, ada beberapa sifat seperti yang akan aku jelaskan, dan sekali lagi setiap tindakan pasti ada alasannya.

“MEREKA PUNYA ALASAN”

1. Nakal

Julukan nakal untuk anak-anak memang sudah biasa, kan. Kenakalan mereka juga berbeda-beda. Kenakalan bisa saja disebabkan karena kehidupan keluarga yang sedang tidak harmonis. Tapi jangan langsung memarahi kenakalan mereka, ya. Coba kalian bertanya alasan mereka bertindak seperti itu. Bagi anak broken home, kenakalan yang mereka lakukan bisa jadi karena mereka butuh kasih sayang dan juga perhatian. Bila semua itu tidak bisa mereka dapatkan di dalam keluarga, maka mereka akan mencarinya di lingkungan luar.

2. Sulit untuk Percaya

Sebagai seorang anak, memiliki kepercayaan yang besar kepada orang tua mereka sangatlah wajar. Mereka percaya bahwa orang tua mereka akan membimbing mereka sampai dewasa. Tetapi ketika kepercayaan yang mereka berikan tiba-tiba saja disakiti oleh pertengkaran orang tua, hal itu bisa membuat mereka merasa trauma. Mereka merasa orang tua mereka tidak peduli lagi pada mereka, karena orang tua mereka hanya memikirkan ego masing-masing.

3. Merasa Rendah dan Takut

Melihat keluarga yang harmonis di depan mata anak broken home memang sangat menyakitkan sekali. Hal tersebut membuat mereka merasa dirinya amat rendah. Bahkan mereka bisa berpikir bahwa dirinya yang paling buruk. Karena mereka merasa orang tua mereka tidak peduli lagi pada mereka. Maka dari itu, anak broken home bisa menjadi sangat takut.

4. Lebih Peduli

Jika mereka melihat seseorang yang memiliki nasib yang sama seperti mereka, yaitu broken home, biasanya mereka akan lebih peka dan peduli untuk siap menolong. Karena mereka juga merasakan kesepian, kehilangan, dan keterpurukan yang mendalam.


Seperti yang aku jelaskan tadi, menjadi anak broken home memang tidak mudah, tapi bukan berarti harus disesali juga. Anak broken home harus kuat dan berhak bahagia. Memang tidak mudah, tetapi bila kalian mau bangkit dengan niat yang tinggi, pasti semua itu akan terasa lebih ringan. Sekarang aku mau kasih tahu tips-tips agar kalian sebagai anak broken home tidak putus asa.

“BROKEN HOME TIDAK PUTUS ASA”

1. Belajar

Ayo bangkit dan hapus air mata kalian yang mengalir setiap kali mengingat pertengkaran itu. Jangan jadikan semua itu penghalang untuk melanjutkan masa depan. Mari kita belajar bersyukur dan menerima kenyataan, walaupun sebenarnya tidak mudah terhapus di memori otak kita. Tapi aku yakin, dengan kalian mencoba mencari kesibukan dalam hal positif, semua itu akan perlahan-lahan memudar. Asalkan kita mau berusaha dengan niat yang kuat. Jangan goyah dengan semua ejekan orang-orang di luar sana, karena mereka belum pernah merasakannya. Jangan hiraukan orang-orang yang menghina, karena mereka hanya akan membuat kalian putus asa.

2. Impian Lebih Penting

Semua orang memiliki masa depan, sebuah cita-cita setinggi langit yang mereka impikan sejak kecil. Jika kalian memiliki impian, cobalah buktikan kepada dunia bahwa kalian bisa mewujudkannya. Membuktikan bukan berarti kalian sombong. Jangan karena masalah yang kalian alami, kalian menjadi jatuh dan tidak bangkit lagi. Jangan sampai kalian merasa putus asa dan mulai mengubur segala cita-cita. Masa depan kalian masih panjang, masih banyak hal yang harus kalian tahu dan pelajari. Jangan sia-siakan semua hal yang sudah kalian pupuk sejak kecil.

3. Berbagi Cerita

Ingat! Kalian tidak sendirian. Humans are social creatures, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian. Tidak baik memendam semua cerita sedih kalian sendirian. Cobalah untuk berbagi cerita kepada orang terdekat yang bisa dipercaya. Jika kalian mulai berbagi cerita, kalian akan merasa tidak sendiri lagi. Cobalah belajar terbuka, karena dengan curhat kalian bisa mendapatkan saran dan nasihat dari orang-orang. Nasihat yang positif itu penting, loh.


Banyak yang bilang kalau bertemu anak broken home harus dijauhi, tidak boleh ditemani. Kenapa? Karena takut ketularan nasibnya. Hey, semua itu tidak benar. Seharusnya jika kalian bertemu anak broken home, kalian harus merangkulnya. Beginilah cara kalian memperlakukan anak broken home.

“BROKEN HOME JANGAN DIJAUHI”

1. Dengarkan Setiap Ceritanya

Teman yang baik adalah teman yang mau mendengarkan cerita temannya. Mereka akan memberikan saran berupa dukungan yang positif agar temannya tidak merasa sendiri. Jangan merasa bosan untuk mendengarkan cerita suka dan duka mereka, ya. Karena suatu saat kalian juga mungkin membutuhkan hal yang sama.

2. Berikan Mereka Semangat

Jangan kalian mengucilkan mereka yang sedang mengalami masalah. Kalian sebagai orang terdekatnya harus memberikan dukungan kepada mereka. Salah satunya anak broken home. Cobalah bilang kepada mereka bahwa mereka tetap bisa membangun kembali hidupnya. Perlihatkan kepada mereka seperti apa keluarga yang harmonis, agar mereka termotivasi untuk bangkit kembali.


Banyak sekali yang bisa kita dapatkan setelah membaca hal-hal di atas. Kalian tidak sendiri, karena tidak hanya kalian yang merasakan hal itu. Banyak juga yang sedang mengalami hal yang sama. Asalkan kalian tidak mudah menyerah. Aku pribadi juga mengalami hal yang sama seperti kalian. Cobalah mencari kesibukan di luar, tapi dalam hal yang positif. Ayo, kita semua pasti bisa.

























Komentar

Postingan populer