Puisi : KELAHIRAN SIMBOL NEGARA






Judul Puisi : Kelahiran Simbol Negara
Nama Penulis / Pena : Tiffany Vanessia / Catatannessa
Instagram : @vani_vanessia
E-mail : tiffanyvanessia@0gmail.com


Telah lahir sebuah nama,
mengandung beribu makna.
Lima sila terangkai indah,
terpatri dalam jiwa bangsa.

Namanya Pancasila,
dasar negeri tercinta.
Lahir dari gagasan mulia,
terucap oleh Soekarno di hadapan bangsa.
Kini ia berdiri megah,
bersinar bagai mentari pagi,
menerangi jalan negeri ini.

Pancasila bukan sekadar pajangan,
bukan pula deretan kata tanpa makna.
Ia bukan hanya untuk dihafal,
melainkan untuk dihidupkan dalam laku nyata.

Pancasila adalah kita,
dalam rukun, dalam beda,
dalam satu tujuan bersama.

Ingatlah, kita Indonesia.
Pada tanggal satu bulan enam,
lahir tonggak pemersatu bangsa—
sejarah panjang penuh perjuangan.

Mari bangkit bersama,
membuka kembali lembar sejarahnya.
Mari bangkit bersama,
mengamalkan sila-silanya,
membangun jiwa dan raga,
menuju Indonesia yang sejahtera.


MAKNA PUISI : KELAHIRAN SIMBOL NEGARA

Puisi ini menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya simbol negara atau hafalan semata, melainkan pedoman hidup yang harus diterapkan dalam tindakan sehari-hari. Lima sila menjadi dasar persatuan, pengingat bahwa perbedaan tidak memecah, tetapi justru menguatkan bangsa. Melalui ajakan untuk “bangkit”, puisi ini mendorong masyarakat Indonesia agar kembali menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata demi membangun bangsa yang adil, rukun, dan sejahtera.



Komentar

Postingan populer